Surabaya | Garispolisi.com --
Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-67, Persatuan Purnawirawan dan Warakawuri TNI-Polri (PEPABRI) menggelar acara syukuran di tunggu pahlawan surabaya.
Acara tersebut secara khusus mengundang sosok pemerhati sosial sekaligus tokoh dermawan yang gemar berbagi dan juga merupakan seorang politikus partai Gerindra Muhammad Dahnil Ginting SE.
Acara syukuran diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan teks Pancasila, pembacaan Catur Darma PEPABRI dan Hymne Pepabri serta doa bersama untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah berjuang demi kemerdekaan Indonesia.
Muhammad Dahnil Ginting SE, yang juga merupakan anggota DPRD kabupaten Deli Serdang, menyampaikan
peringatan Hari Ulang Tahun PEPABRI yang ke 67 ini hendaknya dapat dijadikan sebagai momentum oleh warga PEPABRI untuk melakukan evaluasi dan refleksi rasa syukur guna semakin mendekatkan diri kepada sang pencipta.
"Semoga peringatan HUT PEPABRI ke 67 ini dapat meningkatkan kualitas pengabdian PEPABRI, serta mendorong tumbuhnya motivasi untuk terus berbuat yang terbaik bagi organisasi, masyarakat, bangsa dan negara," ujar Muhammad Dahnil Ginting.
Lebih lanjut Muhammad Dahnil Ginting SE menyampaikan bahwa sebagai salah satu organisasi kemasyarakatan dan sebagai salah satu unsur keluarga besar TNI-Polri, PEPABRI merupakan kekuatan potensial guna mendukung tugas-tugas negara yang diemban oleh TNI-Polri termasuk dalam mendukung pembangunan dan kemajuan TNI-Polri saat ini serta dimasa yang akan datang.
"Pemikiran ini perlu dikembangkan, karena apabila TNI-Polri dan keluarga besarnya tetap bersatu, maka tidak ada satu kekuatanpun yang dapat memecah-belah NKRI" ucapnya
Sementara itu ketua Umum DPP PEPABRI Jenderal TNI (Purn.) Agum Gumelar menilai usia tersebut mencerminkan ketahanan organisasi. Menurutnya, PEPABRI tetap konsisten mendampingi perjalanan bangsa setelah anggotanya menyelesaikan masa tugas aktif.
“Usia ke-67 adalah bukti ketahanan dan konsistensi organisasi dalam mendampingi perjalanan bangsa. Semangat pengabdian yang tertanam tidak pernah pudar,” ujar Agum saat konferensi pers HUT PEPABRI Ke-67.
Agum juga mengajak untuk para anggota PEPABRI untuk solit dan menghormati para seniornya.
Peringatan tahun ini mengusung semangat persatuan dan pengabdian tanpa batas bagi seluruh keluarga besar PEPABRI. Semangat tersebut diarahkan untuk mempererat silaturahmi dan jiwa korsa purnawirawan TNI-Polri di seluruh Indonesia.
Rangkaian peringatan akan diisi kegiatan sosial, ziarah nasional, dan syukuran bersama keluarga besar organisasi. Pengurus pusat, daerah, serta jajaran tokoh purnawirawan TNI-Polri dijadwalkan mengikuti rangkaian kegiatan tersebut.
PEPABRI juga menegaskan komitmen melanjutkan kontribusi dalam pembangunan nasional meskipun anggotanya telah purnatugas. Pengabdian tersebut terutama diarahkan menjaga kondusivitas, persatuan masyarakat, serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Selain memperkuat internal organisasi, PEPABRI mengajak masyarakat terus merawat kebhinekaan di tengah berbagai perbedaan. Persatuan dinilai menjadi modal penting untuk membawa Indonesia menuju masa depan berdaulat, maju, dan sejahtera.
Momentum HUT juga digunakan memperkuat komitmen menjaga nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Nilai kebangsaan tersebut diharapkan terus diwariskan kepada generasi muda sebagai penerus masa depan Indonesia.
PEPABRI didirikan pada 12 September 1959 sebagai organisasi kemasyarakatan bagi keluarga besar purnawirawan. Organisasi tersebut mewadahi purnawirawan TNI, purnawirawan Polri, serta warakawuri dari seluruh Indonesia.
Selama perjalanannya, PEPABRI konsisten memperjuangkan hak-hak purnawirawan sekaligus menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Peran tersebut menjadi bagian dari pengabdian berkelanjutan setelah berakhirnya masa tugas di TNI dan Polri.
Hadir juga dalam kegiatan tersebut
Salah satu veteran perang dalam insiden perobekan bende.
( Tim)
0 Komentar