By: Dr. Uyuni Widiastuti, S.Pd, M.Pd
Tanjungbalai | Garispolisi.com --
Untuk meningkatkan kompetensi guru Taman Kanak-kanak ( TK) dalam menciptakan lagu anak berbasis Nusantara di Kota Tanjungbalai, tim dosen dari Universitas Negeri Medan bersama lima mahasiswa melaksanakan Program Kemitraan Wilayah (PKW) bagi guru-guru TK setempat. Kegiatan pelatihan dan pendampingan ini berlangsung pada tanggal 16 April 2026 di Aula Dinas Pendidikan Kota Tanjungbalai, berlokasi di Jalan Gaharu, Sirantau, Tanjungbalai.
Program tersebut mendapat sambutan positif dari para guru TK yang tergabung dalam Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI), karena memberikan kesempatan untuk memperbarui keterampilan mereka dalam menciptakan lagu anak berbasis budaya Nusantara.
Program yang dipimpin oleh Dr. Uyuni Widiastuti, S.Pd, M.Pd sebagai Ketua Tim, dengan dukungan anggota dosen Dr. Adina Sastra Sembiring, S.Pd, M.Pd, Mukhlis, S.Pd, M.Sn, serta Maysari Lubis, S.Pd, M.Pd, tidak hanya berfokus pada pelatihan teknis, tetapi juga mendorong kreativitas guru TK dalam menghasilkan karya musik yang relevan dengan budaya Nusantara.
Lagu-lagu anak yang lahir dari kegiatan ini mencerminkan kekayaan lokal sekaligus menjadi sarana pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna bagi anak-anak.
Hasil karya tersebut akan dihimpun dalam bentuk buku dan VCD kumpulan lagu anak Nusantara, sehingga dapat dijadikan sumber belajar yang berkelanjutan, memperkaya materi pembelajaran bernyanyi di sekolah, serta memperkuat identitas budaya sejak usia dini.
Dengan demikian, program ini tidak hanya meningkatkan kompetensi guru, tetapi juga berkontribusi pada pelestarian budaya melalui pendidikan anak usia dini.
Setelah kegiatan selesai dilaksanakan, tim PKW kemudian melakukan monitoring dan evaluasi ke sejumlah TK untuk memastikan bahwa guru benar-benar telah mengimplementasikan lagu ciptaan mereka dalam pembelajaran bernyanyi.
Menurut penjelasan Dr. Uyuni Widiastuti, S.Pd, M.Pd, program ini tidak berhenti hanya pada tahap pelatihan, melainkan akan terus dikawal agar hasilnya benar-benar diterapkan di kelas.
“Kami akan melakukan monev ke beberapa TK yang gurunya terlibat dalam kegiatan ini, sekaligus tetap memberikan pendampingan bagi guru yang masih mengalami kesulitan dalam mengimplementasikan lagu ciptaannya dalam pembelajaran,” ungkapnya, dengan langkah ini, tim PKW berupaya Memastikan keberlanjutan program serta mendukung guru agar lebih percaya diri dalam menggunakan karya mereka sebagai bagian dari pembelajaran bernyanyi di sekolah.
Tim PKW menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada Rektor Universitas Negeri Medan, Ketua LPPM Unimed, Dinas Pendidikan Kota Tanjungbalai serta IGTKI Kota Tanjungbalai atas dukungan, arahan, dan pendampingan yang diberikan sepanjang pelaksanaan program. Dukungan tersebut terbukti sangat berarti bagi guru-guru TK di Kota Tanjungbalai, karena memungkinkan mereka memperoleh pengalaman baru dalam mengembangkan kreativitas dan keterampilan mencipta lagu anak berbasis Nusantara.
Dengan terlaksananya program ini, diharapkan para guru tidak hanya mampu menghasilkan karya musik yang sesuai dengan karakter anak usia dini, tetapi juga dapat memproduksi lagu-lagu yang memperkuat identitas budaya lokal. Lagu-lagu tersebut nantinya dapat dijadikan media pembelajaran bernyanyi yang lebih kontekstual, menyenangkan, dan bermakna di sekolah.
Lebih jauh, keberhasilan program ini diharapkan menjadi langkah awal bagi guru TK di Tanjungbalai untuk terus berinovasi, memperkaya metode pembelajaran, serta berkontribusi pada pelestarian budaya Nusantara melalui pendidikan anak usia dini.
0 Komentar