SARAJEVO – GarisPolisi.com | Prestasi membanggakan datang dari pecatur muda Indonesia di kancah internasional. FIDE Master (FM) Arif Rahman Saragih sukses menduduki posisi kedua dalam turnamen catur bergengsi IM Renome 3 yang diselenggarakan di Sarajevo, Bosnia dan Herzegovina, pada 31 Maret hingga 5 April 2026.
Dalam turnamen berformat round robin tertutup yang sangat kompetitif ini, Arif harus berhadapan dengan 9 peserta tangguh lainnya dari berbagai negara Eropa dan Asia. Dari 9 babak yang dijalani, ia tampil sangat konsisten dengan mengantongi 7 poin.
Pencapaian luar biasa ini tidak hanya membawanya menjadi runner-up, tetapi yang paling membanggakan, Arif berhasil meraih Norma International Master (IM). Norma ini merupakan syarat wajib yang harus dikumpulkan seorang pecatur untuk bisa menyandang gelar International Master secara permanen dari FIDE (Federasi Catur Dunia).
Arif Rahman Saragih merupakan pecatur berbakat yang berasal dari Tembung, Sumatera Utara. Meski merupakan putra asli daerah Sumatera Utara, saat ini Arif adalah atlet yang memperkuat tim catur Provinsi Banten dalam berbagai ajang nasional. Keberhasilannya meraih norma di Bosnia membuktikan bahwa kualitas taktik dan mentalitasnya telah memenuhi standar elit kompetisi tingkat dunia.
Dukungan Hangat KBRI di Tengah Kendala Kuliner
Di balik ketatnya persaingan strategi, Arif sempat mengalami kendala adaptasi fisik. Selama satu minggu di Bosnia, ia kesulitan menemukan nasi yang merupakan makanan pokoknya. Hal ini sempat menjadi tantangan tersendiri bagi kondisi fisiknya di sela-sela jadwal pertandingan yang padat.
Mendengar kabar tersebut, staf Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) langsung menunjukkan kepeduliannya dengan mengantarkan, menyediakan hingga makan bersama dgn menu nasi beserta lauk-pauk khas Indonesia , Momen tersebut menjadi penyemangat tambahan bagi Arif Saragih. Sambil tersenyum bahagia, ia mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh jajaran staf KBRI atas perhatian mereka yang luar biasa terhadap atlet bangsa.
Keberhasilan meraih posisi kedua dan Norma IM di IM Renome 3 menjadi suntikan motivasi bagi putra Tembung ini untuk terus melangkah. Tanpa jeda istirahat yang panjang, Arif dikabarkan langsung melanjutkan perjuangannya di turnamen berikutnya, yaitu IM Renome 4, guna mengejar norma-norma selanjutnya hingga resmi menyandang gelar International Master.
Dukungan dari komunitas catur di Sumatera Utara, Provinsi Banten, serta seluruh masyarakat Indonesia diharapkan dapat membantu Arif mencapai targetnya mengharumkan nama bangsa di kancah dunia.
(pengamat catur Sumut)
0 Komentar