Peredaran Narkoba Di Kualuh Hilir Semakin Parah Warga Berharap Keseriusan Aparat Dalam Memberantas Narkoba

Labura ( GarisPolisi.com ) - Warga di wilayah pesisir Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), Sumatera Utara, semakin resah terhadap peredaran narkoba yang kian memuncak. Sejumlah tokoh masyarakat menyuarakan kekecewaan mereka terhadap penegakan hukum yang dinilai lemah dan tidak menyentuh akar persoalan, sehingga para bandar narkoba  masih bebas menjalankan aktivitasnya bahkan semakin parah. 

Salah satu suara keras datang dari Dedi Syahputra Sirait, perwakilan dari organisasi Perisai Kebenaran Nasional. Ia menyatakan keprihatinannya atas maraknya peredaran narkotika di Kecamatan Kualuh Hilir. Menurutnya, peredaran narkoba jenis sabu-sabu ini, sudah memasuki tahap yang mengkhawatirkan dan mengancam masa depan generasi muda bangsa terutama di wilayah Kualuh Hilir. 

“Saya mendesak Polsek Kualuh Hilir, Polres Labuhanbatu, hingga Polda Sumut dan BNN untuk serius dan berkoordinasi untuk memberantas peredaran narkoba di Kualuh Hilir. Informasi yang saya terima, dua bandar narkoba  di Kualuh Hilir yang disebut sebut warga berinisial IN dan E masih terus beroperasi " Tegas Dedi Syahputra Sirait kepada Wartawan. Kamis 11/9/2025 

Ia juga menyatakan kesiapannya untuk bekerja sama dengan aparat dalam memberikan informasi, asalkan ada komitmen nyata dari pihak berwenang. “Saya tidak akan pernah tunduk kepada para pengkhianat bangsa, Perang terhadap narkoba harus dijalankan secara total, bukan setengah-setengah,” ujarnya dengan nada tegas.

Keresahan serupa juga disampaikan sejumlah warga lainnya, kepada media GarisPolisi.com "warga merasa laporan mereka selama ini siasia tidak mendapatkan respon, mereka juga telah melaporkannya ke berbagai institusi kepolisian di Labura, namun tidak ada tindakan konkret. Sehingga sejumlah nama yang diduga bandar narkoba wilayah Kualuh Hilir dan Kualuh Leidong berinisial E dan  IN serta yang lainnya, kini masih Exis  beraktivitas bahkan mereka kini mengubah pola operasional untuk menghindari deteksi aparat, dengan menggunakan kurir baru yang belum dikenal “Bandar-bandar itu tahu mereka jadi target. Sekarang mereka pakai orang-orang baru untuk edarkan barang,” ungkap warga yang enggan disebutkan namanya.

Di tengah kekecewaan, namun warga tetap memberikan apresiasi kepada beberapa media yang masih  terus perduli dengan pemberantasan narkoba di Kualuh Hilir. “Kami berterima kasih kepada media yang sangat memperhatikan masa depan generasi muda bangsa berani dengan mengangkat persoalan ini, narkoba bukan hanya mengganggu keamanan, tapi sudah menghancurkan generasi kami,” kata JP Pasaribu, warga pesisir, dengan suara bergetar.

Kasat Narkoba Polres Labuhanbatu, AKP Iwan Mashuri, saat dikonfirmasi wartawan via WhatsApp, menyatakan bahwa pihaknya siap mengambil tindakan. “Kita gassss,” jawabnya singkat,

Dalam pernyataan sebelumnya kepada wartawan, AKP Iwan mengakui tantangan geografis di wilayah pesisir yang menyulitkan penindakan. Namun ia juga menegaskan komitmen Polres dalam menindak pelaku apabila informasi yang diterima benar dan disertai bukti kuat.

“Kalau jumlah barangnya besar dan infonya akurat, tidak mungkin kami diam. Kami siap bergerak,” ujar Kasat Narkoba Polres Labuhanbatu.

Ia juga mengimbau warga untuk terus berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan memberikan informasi yang detail. “Kami terbuka terhadap informasi dari masyarakat. Bahkan, jika terbukti valid, informan bisa kami beri penghargaan,” tambahnya.

Sementara itu Kapolsek Kualuh Ledong AKP. Syamsul Bahri Dalimunte SH.MH saat dikonfirmasi wartawan terkait peredaran narkoba  di wilayah hukumnya Kualuh hilir, belum dapat di hubungi. 

Kini, harapan warga pesisir Labura bertumpu pada keseriusan aparat dalam menyelamatkan wilayah mereka dari cengkeraman narkoba. Mereka mendambakan tindakan nyata, bukan sekadar janji, perang melawan narkoba adalah pertaruhan terhadap masa depan generasi muda bangsa dan keamanan daerah.(Mjs)

Posting Komentar

0 Komentar