Lapor Pak Kapolres Labuhanbatu, Pemain Baru Terduga Bandar Narkoba di Kualuh Selatan Kian Meresahkan

Ilustrasi (net).

Editor: MJ. Sitorus

Labura | GarisPolisi.com – Peredaran narkoba di Kecamatan Kualuh Selatan, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), Sumatera Utara, kembali menjadi sorotan. Warga mengaku resah dengan munculnya para pemain baru yang diduga kuat sebagai bandar sabu-sabu. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran serius karena dianggap mengancam masa depan generasi muda serta memicu meningkatnya tindak kriminalitas di tengah masyarakat.

Sejumlah warga yang meminta identitasnya dirahasiakan mengungkapkan, para terduga bandar narkoba kini semakin berani menjalankan bisnis haram mereka. Beberapa nama yang disebut antara lain berinisial AR dan AI di Desa Sidua-dua, UCK dan EU di Desa Simangalam, serta LS di Kelurahan Gunting Saga. Menurut warga, para pelaku kerap menjalankan aktivitas transaksi narkoba secara terang-terangan di sejumlah titik yang dianggap rawan, mulai dari dekat pondok pesantren, tangkahan bagot, hingga kawasan Panjang Bidang.

“Bang, sekarang sudah banyak pemain baru. Di Sidua-dua ada dua orang, di Simangalam ada lagi, dan di Gunting Saga juga ada. Mereka ini sudah seperti tidak takut lagi, bebas bertransaksi,” ujar seorang warga kepada wartawan, Selasa (19/8/2025).

Lebih memprihatinkan, warga menuturkan bahwa sebagian dari para terduga bandar tersebut diduga memiliki jaringan pengintai untuk memantau situasi. Mereka disebut-sebut menempatkan orang di simpang jalan sekitar lokasi transaksi guna mengawasi pergerakan aparat maupun pemerintah desa. Ketika ada indikasi akan dilakukan razia, para pengintai itu langsung memberi informasi agar kegiatan bisa segera dihentikan.

Selain itu, ada dugaan rantai pasokan narkoba di balik peredaran tersebut. UCK yang disebut masih terkait dengan AI, diduga beroperasi di Dusun Situngir, sementara EU disebut menerima pasokan langsung dari Tanjung Balai. Sementara itu, LS yang beroperasi di Kelurahan Gunting Saga diduga mendapatkan barang dari kawasan Kampung Baru, Aek Kanopan Timur.

“Para pemain baru ini meskipun terhitung baru, tapi sudah sangat piawai. Mereka punya jaringan sendiri dan sumber pasokan dari luar daerah. Karena itu peredaran semakin sulit dibendung,” tambah warga dengan nada prihatin.

Masyarakat berharap Kepolisian Resor (Polres) Labuhanbatu di bawah pimpinan AKBP Choky Sentosa Meliala, S.I.K., S.H., M.H., segera mengambil langkah tegas. Warga meminta agar tim khusus Satres Narkoba diturunkan untuk membongkar jaringan para terduga bandar narkoba tersebut. Harapan besar disampaikan agar wilayah hukum Kualuh Selatan kembali aman, serta generasi muda tidak semakin terjerumus dalam jeratan barang haram yang mematikan itu.

Posting Komentar

0 Komentar