Editor: MJ. Sitorus
Labura | GarisPolisi.com – Warga di tiga desa Kecamatan Kualuh Selatan, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) mengaku resah dengan maraknya peredaran narkoba jenis sabu-sabu. Namun keresahan tersebut seolah tidak mendapat perhatian serius dari aparat penegak hukum, lantaran para terduga bandar masih bebas beroperasi tanpa adanya tindakan tegas dari pihak kepolisian.
Informasi yang dihimpun menyebutkan sedikitnya ada lima terduga bandar yang beroperasi di wilayah itu. Mereka antara lain AR dan AI di Desa Sidua-dua, UCK dan EU di Desa Simangalam, serta LS yang sebelumnya beroperasi di Lingkungan Panjang Bidang, namun kini berpindah ke Jalinsum PU, Kelurahan Gunting Saga. Meski informasi tersebut sudah berulang kali disampaikan masyarakat melalui pemberitaan dan konfirmasi wartawan, namun hingga lebih dari sepekan belum ada satupun dari para terduga yang berhasil diamankan Polres Labuhanbatu.
Upaya konfirmasi kepada Kapolres Labuhanbatu AKBP Choky Sentosa Meliala dan Kasatres Narkoba AKP Iwan Mashuri melalui pesan WhatsApp hanya sebatas tanda centang biru, tanpa adanya balasan terkait laporan warga dan tautan berita yang dikirimkan. Hal ini memicu kritik dari tokoh masyarakat dan pemerhati narkoba di Sumatera Utara.
Ketua Lembaga Prekursor Anti Narkotika, Evi Tanjung, menilai kepolisian terkesan lamban merespons informasi masyarakat. Menurutnya, laporan warga semestinya segera ditindaklanjuti dengan perintah kepada jajaran intel dan satuan narkoba untuk melakukan penyelidikan di lapangan.
“Semestinya Kapolres bertindak cepat ketika ada laporan masyarakat. Inisial terduga bandar dan lokasi transaksi sudah jelas disebutkan dalam pemberitaan, namun sampai hampir sepekan belum ada langkah nyata. Hal ini menimbulkan pertanyaan, mengapa para terduga bandar seolah tak tersentuh?” ujar Evi Tanjung melalui sambungan telepon, Sabtu (23/8/2025).
Ia menambahkan, sikap lambat aparat dapat berdampak buruk bagi masyarakat, sebab peredaran narkoba kian merajalela dan sulit dikendalikan jika tidak segera diberantas dari hulu.
Warga Kualuh Selatan berharap kepolisian tidak hanya menyasar para pengguna, tetapi juga menangkap para bandar sabu-sabu yang menjadi sumber utama peredaran narkoba di wilayah mereka. Harapan itu disampaikan demi terciptanya ketertiban, keamanan, dan kenyamanan masyarakat yang selama ini terusik oleh aktivitas peredaran barang haram tersebut.

0 Komentar