Anggaran KONI Sergai Tembus Rp2,5 Miliar, PORKAB 2025 Ditiadakan

Sergai|GarisPolisi.com – Dunia olahraga di Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) mencatat sejarah baru pada 2025. Untuk pertama kalinya, Pekan Olahraga Kabupaten (PORKAB) tidak digelar oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sergai, meski anggaran yang dikucurkan pemerintah daerah tahun ini mencapai Rp2,5 miliar.

Data yang dihimpun menyebutkan, angka tersebut meningkat signifikan dibanding tahun 2024 yang hanya Rp1,3 miliar ketika KONI masih dipimpin Aspul Lubis. Saat itu, dengan dana yang jauh lebih kecil, PORKAB tetap dapat dilaksanakan sebagai ajang seleksi dan penjaringan atlet menuju tingkat provinsi.

Kondisi berbeda terjadi di bawah kepemimpinan Usman Efendi Sitorus atau Ustor. Dari total Rp2,5 miliar, sekitar Rp800 juta telah dialokasikan untuk tali asih bagi atlet berprestasi, khususnya yang berlaga di PON. Sementara sisanya, sekitar Rp1,7 miliar, digunakan untuk pembinaan cabang olahraga serta program pusat pelatihan kabupaten (Puslatkab) sebagai persiapan menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026.

Ketua KONI Sergai, Usman Efendi Sitorus, menegaskan bahwa penggunaan anggaran telah melalui rapat kerja bersama pengurus dan disusun berdasarkan program masing-masing cabang olahraga. Ia juga mengungkapkan bahwa keputusan untuk tidak menyelenggarakan PORKAB tahun ini sesuai dengan arahan Bupati Sergai.

“Penyelenggaraan PORKAB tahun ini ditiadakan demi efisiensi. Fokus kita adalah persiapan menghadapi Porprov 2026. PORKAB kemungkinan baru akan digelar kembali setelah Porprov 2027,” ujar Ustor saat dikonfirmasi melalui telepon, Kamis (21/8/2025).

Meski demikian, keputusan ini menuai sorotan dari kalangan masyarakat. Hendra, seorang pemuda peduli olahraga asal Tebing Syahbandar, menilai langkah KONI sangat disayangkan.

“PORKAB itu penting sebagai ajang penjaringan atlet ke tingkat provinsi. Kalau alasan tidak ada anggaran rasanya miris, sebab saat dipimpin Pak Aspul dengan anggaran hanya Rp1,3 miliar saja, PORKAB tetap bisa dilaksanakan,” ungkapnya.

Keputusan ini pun menimbulkan tanda tanya besar di kalangan pecinta olahraga Sergai, apakah absennya PORKAB 2025 akan berdampak terhadap kualitas pembinaan atlet daerah jelang Porprov 2026 mendatang.

(Zulpan)

Posting Komentar

0 Komentar