Diduga Rusak Segel Tangki untuk Curi BBM, Warga Desak PT Elnusa Petrofin Pecat Awak Mobil Tangki

Medan|GarisPolisi.com  - Dugaan tindakan tidak terpuji kembali mencoreng nama baik perusahaan transportasi energi. Dua awak mobil tangki (AMT) PT Elnusa Petrofin diduga dengan sengaja merusak locis (segel keamanan) tangki bahan bakar milik perusahaan saat dalam perjalanan distribusi BBM, Minggu malam (8/6/2025).

Insiden ini dipergoki langsung oleh warga di kawasan Jalan Medan–Lubuk Pakam KM 19,5, Desa Tanjung Baru, Kecamatan Tanjung Morawa, sekitar pukul 20.30 WIB. Mobil tangki dengan nomor polisi BK 8478 FM tersebut diketahui dikemudikan oleh dua orang berinisial Iman dan Ferdy.

Menurut warga berinisial LZ (50), salah satu saksi yang melihat kejadian, segel tangki BBM atau locis terlihat telah dirusak sebelum bahan bakar tiba di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) tujuan. Hal ini menimbulkan dugaan kuat bahwa telah terjadi praktik pencurian BBM atau yang dikenal dengan istilah "kencing di jalan".

“Kami mendapati bahwa locis pada pipa bongkar BBM sudah dalam kondisi rusak. Ini bukan kelalaian, tapi tindakan yang kami duga disengaja untuk mengambil BBM secara ilegal. Ini merugikan negara, perusahaan, dan masyarakat,” ujar LZ dengan nada kesal, Senin (9/6/2025).

Warga mendesak manajemen PT Elnusa Petrofin Medan untuk segera mengambil tindakan tegas. Jika kedua AMT tersebut tidak segera diberhentikan, warga khawatir akan ada pembiaran yang membuka celah praktik mafia BBM dalam internal perusahaan.

“Kami minta manajemen segera memecat AMT nakal ini. Bila dibiarkan, kami curiga ada oknum internal yang melindungi mereka. Kami siap melaporkan hal ini langsung ke Direksi di Jakarta,” tegas LZ.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak PT Elnusa Petrofin Medan terkait tuntutan masyarakat. Warga juga mengungkapkan bahwa hingga Senin (9/6/2025), kedua AMT yang terlibat masih aktif bekerja seperti biasa.

“Kami tidak ingin peristiwa ini dianggap sepele. Tindakan seperti ini bisa berulang jika tidak ada sanksi tegas. Kami akan terus mengawal kasus ini,” pungkas LZ.

Kasus ini menjadi sorotan serius, mengingat distribusi BBM bersubsidi merupakan sektor vital yang berdampak langsung terhadap masyarakat luas. Dugaan manipulasi atau pencurian dalam proses distribusi harus menjadi perhatian pihak berwenang.

(Nur)

Posting Komentar

0 Komentar