‎M.Rafik Siswa Kelas 10 SMAN 2 Mampang Kotapinang Diduga Korban Perundungan Oleh Rekan Sekolahnya

‎Labuhanbatu Selatan  |  Garispolisi.com  -- Muhammad Rafik (16) pelajar SMAN 2 Mampang Kotapinang  Labuhanbatu selatan, diduga menjadi korban perundungan, yang dilakukan rekan rekan sekolahnya, pada saat jam istirahat belajar Sekolah berlangsung. Rabu (36/08/226)
‎Menurut keterangan Orang tua Korban ibu Anggi Ratnasari, warga Dusun Sidorejo Desa Mampang  Gunung Pasir, Kotapinang Labuhanbatu Selatan, Ia mengatakan anaknya merupakan siswa SMAN 2 Mampang, dan kini anaknya telah berada di puskesmas Mampang, penyebabnya diduga akibat perundungan yang dilakukan siswa yang masih satu sekolah dan korban sempat pinsan. 

Ia juga mengatakan, anaknya mengalami luka serius dibagian mata sebelah kanan sempat mengeluarkan darah dan bengkak tidak bisa dibuka dan mual mual.
" ‎dirinya mengetahui bahwa anaknya berada di puskesmas di desa  Mampang, setelah diberitahu oleh seorang siswa sekolah yang sama dengan korban Bernama Kodir Kelas 12,  dan yang membawa anak saya ke puskesmas adalah Wali kelasnya ibu Harni Wati Hasibuan, setelah di puskesmas anak saya kami bawa ke RSUD Kotapinang karena pihak puskesmas tidak sanggup menangani kondisi luka serius dibagian mata sebelah kanan " ucap ibu Anggi Ratnasari orang tua korban.

‎Pantauan awak media di RSUD Kotapinang Petugas dari  SPKT polres Labuhabatu selatan sedang melakukan pemeriksaan korban  dan meminta keterangan kepada korban dan keluarga korban
‎Dokter umum Ajid yang menangani  pertolongan dan pemeriksaan terhadap korban, menurutnya bahwa kondisi korban masih stabil namun masalah matanya bengkak dan mengeluarkan darah, di sarankan agar segera dirujuk kerumah sakit Nuraini Bloksongo atau Ke RSUD rantau Prapat Labuhanbatu, agar penanganannya langsung oleh dokter spesialis mata
‎"saran dokter, korban harus segera dirujuk secepatnya agar ditangani langsung oleh dokter spesialis mata" ujarnya 
Kasus ini sedang ditangani pihak Polres Labuhanbatu selatan dan sedang dalam penyelidikan, namun hingga berita ini diterbitkan belum ada keterangan  kronologis peristiwa tersebut.

(ZR)

Posting Komentar

0 Komentar