Rekan Sesama Satpam Korban Keberutalan Pencuri Sawit Sesalkan Sikap RS GrandMed Lubuk Pakam Yang Lambat Menangani Sindi Prayoga


Direktur Operasional PT Jaya Wira Manggala, Indra Sukma menjenguk Sindi Prayoga 


Lubuk Pakam  |  Garispolisi.com  --  Rekan-rekan Sindi Prayoga, petugas satuan pengamanan (Satpam) PT Jaya Wira Manggala yang menjadi korban serangan panah saat bertugas mengamankan areal Kebun Adolina PTPN4 Regional II menyesalkan lambannya penanganan medis yang diterima korban Sindi Prayoga saat pertama kali dirawat di RS GrandMed Lubuk Pakam.

Menurut rekan korban, Sindi Prayoga sempat dibawa ke rumah sakit tersebut pada Sabtu (27/6/2026) sekitar pukul 11.00 WIB setelah mengalami luka akibat terkena anak panah, namun hingga pukul 22.00 wib,  mereka mengaku belum melihat adanya tindakan operasi terhadap korban sehingga mereka memutuskan untuk memindahkan korban Sindi Prayoga ke RS Murni Teguh Medan. 

"Kami kecewa karena sejak sekitar pukul 11.00 WIB hingga pukul 22.00 wib belum ada tindakan operasi. Akhirnya korban kami pindahkan ke RS Murni Teguh Medan," ujar salah seorang rekan korban, Kamis (2/7/2026).

Mereka menyebutkan, setibanya di RS Murni Teguh Medan, tim medis segera melakukan tindakan operasi untuk mengeluarkan anak panah yang masih tertancap di dada korban.

"Alhamdulillah anak panah berhasil diangkat dan sekarang korban masih menjalani perawatan medis," katanya.

Peristiwa yang menimpa Sindi Prayoga juga mendapat perhatian dari manajemen PT Jaya Wira Manggala. Direktur Operasional PT Jaya Wira Manggala, Indra Sukma, datang dari Jakarta untuk menjenguk korban yang sedang menjalani perawatan.

Dalam kunjungan tersebut, Indra didampingi Kepala Cabang PT Jaya Wira Manggala Sumatera Utara, Mardiono, serta Wakil Kepala Cabang Medan, Teruna Sinulingga. 

Kehadiran manajemen perusahaan bertujuan memberikan dukungan moril kepada korban sekaligus memastikan pendampingan terhadap proses hukum atas kasus tersebut.

Sebelumnya diberitakan, Sindi Prayoga mengalami luka serius akibat terkena anak panah saat melakukan patroli rutin di areal Blok 17F Afdeling I Kebun Adolina PTPN IV Regional II, Sabtu (27/6/2026) sekitar pukul 09.05 WIB.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, saat patroli korban menemukan indikasi adanya aktivitas panen tandan buah segar (TBS) yang diduga dilakukan secara ilegal. Ketika melakukan penyisiran di lokasi, dari balik pohon sawit muncul seseorang yang diduga terlibat dalam pencurian buah sawit dan melepaskan sejumlah anak panah ke arah korban.

Sedikitnya empat anak panah dilepaskan, dan satu di antaranya mengenai dada sebelah kanan korban hingga menyebabkan luka serius.

Selain melukai korban, kelompok yang diduga pelaku juga disebut merusak sepeda motor milik petugas keamanan. Korban sempat melakukan pengejaran, namun para terduga pelaku berhasil melarikan diri ke arah permukiman warga di Desa Celawan, Kecamatan Pantai Cermin.

Dalam kondisi terluka, Sindi Prayoga sempat menghubungi rekan kerjanya untuk meminta pertolongan sebelum akhirnya dievakuasi ke RS GrandMed Lubuk Pakam. Karena memerlukan tindakan operasi, korban kemudian dirujuk ke RS Murni Teguh Medan.

Petugas lapangan kebun yang juga rekan kerja korban, Iwan, mengatakan kondisi Sindi Prayoga kini terus menunjukkan perkembangan yang baik pascaoperasi.

"Alhamdulillah kondisi korban saat ini berangsur pulih," ujarnya.

(JT Marbun)

Posting Komentar

0 Komentar