Deli Serdang I Garispolisi.com -- Sedikitnya seribu lima ratus anggota Serikat Pekerja Perkebunan ( SPBUN) eks PT Perkebunan Nusantara dua yang tergabung dalam serikat pekerja perkebunan nusantara, Selasa ( 28/4/2026) pagi, melakukan aksi demo kekantor PTPN I Regional I di Kecamatan Tanjung Morawa Deli Serdang, mereka menuntut pemerataan upah dan menuntut agar eks PT Perkebunan Nusantara Dua dijadikan Regional sendiri, karena telah memenuhi persyaratan luas lahan yang didalamnya terdapat tanaman kelapa sawit, tebu serta asset lainnya, hal ini agar kesejahteraan dapat dirasakan secara bersama oleh seluruh karyawan.
Dengan mengunakan bus dan sepeda motor, ribuan karyawan perkebunan yang tergabung dalam Serikat Pekerja Perkebunan ( SPBUN) ini, langsung mendatangi kantor PT Perkebunan Nusantara I Regional I di Tanjung Morawa, mereka membawa spanduk dan poster yang bertulisan, menolak perbedaan upah sesama karyawan di PTPN I Regional I yang dianggap sangat menyakiti seluruh karyawan Eks PT Perkebunan Nusantara II, serta jadikan eks PT Perkebunan Nusantara II menjadi Regional tersendiri.
Dalam orasinya, koordinator aksi Arifin menekankan, mereka sangat menyesali adanya perbedaan upah terhitung mulai satu januari 2025 hingga saat ini upah mereka berada di bawah upah karyawan kontak ( PTKWT) padahal tempat kerja dan bidang kerja yang sama dan hal ini telah disurati kepada regional head PTPN I Regional I dan dinas tenang kerja kabupaten deliserdang. Mereka juga mendapatkan adanya perbedaan besaran nilai tunjangan hari raya, walau satu penugasan, berkurangnya kesejahteraan karyawan akibat adanya perbedaan tempat penugasan ( ada karyawan yang menerima bonus dan ada yang tidak) dimana dahulunya karyawan eks PTPN II seluruhnya menerima bonus.
Mereka juga menuntut agar seluruh karyawan PTPN satu Regional I ( eks PTPN II ) dapat menerima kesejahteraan yang sama ( upah, tunjangan, dan bonus) , oleh karenanya seluruh karyawan eks PTPN II memiliki apresiasi agar digabungkan kembali menjadi Regional sendiri agar kesejahteraan dapat dirasakan secara bersama oleh seluruh karyawan.
Arifin juga menegaskan, semangat dari para anggota SPBUN regional I PTPN I harus dapat di dengar untuk segera di imflimentasikan oleh para pemegang ke bijakan baik di tingkat RH, Suporting co dan pihak Holding.
Aksi unjuk rasa damai ribuan anggota Serikat Pekerja Perkebunan ( SPBUN) eks PT Perkebunan Nusantara II yang tergabung dalam serikat pekerja perkebunan nusantara, diterima langsung oleh Wispramono Budiman Regional head ( RH ) PTPN satu eks PTPN dua, Ia memberikan aprisiasi dan berjanji akan secepatnya meneruskan tuntutan karyawan eks PTPN II, kepada para pemegang keputusan di PTPN I Regional I, guna menghindari hal yang tidak diinginkan, pihak nya memanggil sepuluh orang perwakilan karyawan untuk melakukan dialog.
Menurut Wispramono Budiman Regional head ( RH ) PTPN I eks PTPN II, tuntutan karyawan eks PTPN II untuk menjadikan Regional sendiri itu bukanlah wewenag dari saya, dengan aksi yang dilakukan hari ini, Ia akan membawa amanah ini sebagai tanggung jawabnya kepada Pimpinan di Jakarta di PTPN I, bagaimana aspirasi ini bisa ditindak lanjuti.
“aksi yang dilakukan para serikat pekerja ini dinilai telah mengikuti aturan ketenaga kejaan” ucapnya
Sementara itu Purnama Tarigan Ketua Umum SPBUN PTPN I Regional I, ada empat tuntutan yang disampaikan kepada PTPN I Regional I, yang pertama adanya perbedaaan system pengupahan didalam satu Perusahaan yang sama dan ditempat kerja yang sama bahkan upah yang diterima oleh karyawan kontrak lebih tinggi dari karyawan tetap, adanya perbedaan tunjangan hari raya di tahun 2025 kemarin disatu Perusahaan yang sama yang tergabung didalam PTPN I Regional I, pembayaran bonus yang tidak sama diterima disetiap identitas yang didalamnya masih karyawan tetap di PTPN I Regional I, tuntan untuk menjadi Regional sendiri dilakukan agar tidak ada perbedaan upah dan tunjangan kepada seluruh karyawan.
Ia juga menyatakan setelah terjadinya dialog antara pihak manajemen PTPN I Regional I dengan sepuluh perwakilan Karyawan, pihaknya memberikan tengang waktu selama dua pekan agar seluruh tuntutan dipenuhi, “ bila nanti dalam batas waktu yang ditetapkan tidak juga ada hasilnya, mereka akan melakukan aksi yang lebih besar lagi dan akan menduduki kantor direksi PTPN I Regional I” ungkapnya dengan nada keras.
Sebelum membubarkan diri dengan tertip ribuan massa Serikat Pekerja Perkebunan ( SPBUN ) PTPN I Regional I melakukan aksi cap jempol darah sebagai bentuk perjuangan demi mendapatkan regional sendiri eks PTPN II .
( Tim )
0 Komentar