Pasca Banjir Dan longsor Di Tapteng Jembatan Tukka Dipenuhi Kayu Gelondongan Aliran sungai berpindah Kejalan Raya Ratusan Hektar Sawah Warga Gagal Panen



Tapanuli Tengah  |  Garispolisi. com  --  Pasca Banjir dan longsor yang melanda Kabupaten Tapanuli Tengah pada  (27/11/2015), kini Aliran sungai di jembatan Tukka  penuh dengan kayu gelondongan sehingga aliran sungai sigotom berpindah arah mengalir ke jalan raya, sementara ratusan hektar lahan persawahan milik warga gagal panen. 

Akses jalan penghubung tiga  kelurahan dan beberapa desa di kecamatan Tukka yakni kelurahan Tukka kelurahan Hutanabolon dan sipange kini masih tergenang Air setinggi 1 meter .

Hingga kini curah hujan masih terjadi malam dan sore hari di wilayah Tapanuli Tengah sehingga semakin memperparah kondisi jalan penghubung 3 kelurahan dan 3 Desa tempatnya di lingkungan 1 rambutan kelurahan  Tukka, genangan air bercampur lumpur dan bebatuan memenuhi badan jalan sehingga sulit di lalui warga.

Hingga Minggu ( 07/12/2025 ) pemandangan mencekam masih terlihat disepanjang jalan, tampak rumah warga banyak yang tertimbun longsor dan sejumlah kendaraan yang terjebak banjir dan longsor terlihat disepanjang  jalan menuju kelurahan Tukka. 

Pihak pemerintahan kabupaten Tapanuli Tengah beserta TNI dan personil Polda Sumatera Utara telah berupaya melewati banjir untuk salurkan Bantuan kepada warga, serta berupaya melakukan pencarian  korban yang belum di temukan.

Informasi dari warga kepada wartawan Garispolisi.com Akibat curah hujan tinggi proses pencarian para korban yang belum di temukan masih terkendala, dikhawatirkan adanya banjir dan longsor susulan sekitar Pukul 13.00.WIB siang tadi, oleh TNI, warga sigiring giring dan Hutanabolon di himbau untuk kembali mengungsi ke tempat yang lebih aman. 

Arman salah seorang warga kelurahan Tukka yang hendak mengungsi mengatakan "  Akses jalan kini sangat sulit di lalui hal ini dikarenakan aliran sungai telah berpindah arah dan mengalir kejalan raya, hal ini dikarenakan aliran  sungai telah dipenuhi dengan kayu gelondongan, ini semua akibat aktivitas penambangan liar di daerah pegunungan Tukka."ucapnya.

Kecamatan Tukka merupakan wilayah dengan korban terbanyak pasca  banjir dan longsor di wilayah Tapanuli Tengah, dengan  total korban 26 orang meninggal dunia, 505 orang luka parah, sementara 33 orang hilang. Wilayah ini juga terdampak 100%. Data pengungsi dari Tukka yang belum dilaporkan. ( Cipta)

Posting Komentar

0 Komentar