![]() |
| Kasat Lantas Polres Tapanuli Tengah, AKP Dela Antomi, SH. |
Editor : Yasmend
Tapanuli Tengah | GarisPolisi.com – Satuan Lalu Lintas Polres Tapanuli Tengah berhasil menindak 152 pelanggar selama pelaksanaan Operasi Patuh Toba 2025 yang berlangsung dari 14 hingga 27 Juli 2025. Operasi ini digelar serentak di seluruh wilayah hukum Polda Sumatera Utara guna meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas dan menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcar Lantas).
Kasat Lantas Polres Tapanuli Tengah, AKP Dela Antomi, SH, menyebutkan bahwa mayoritas pelanggar adalah pengendara sepeda motor, yakni sebanyak 125 kasus. Selain itu, terdapat 20 pelanggar dari kendaraan roda empat dan 7 pelanggar dari kendaraan roda enam. Jenis pelanggaran yang paling banyak ditemukan antara lain pengendara tidak menggunakan helm SNI, melawan arus, menggunakan ponsel saat berkendara, pengemudi di bawah umur, serta pelanggaran terhadap marka dan rambu lalu lintas.
“Selain melakukan penindakan, kami juga menyita sejumlah barang bukti, termasuk 19 SIM C, 9 SIM A, 1 SIM B1, dan 2 SIM B1 Umum. Untuk surat-surat kendaraan, kami menyita 41 STNK kendaraan roda dua, 8 STNK roda empat, dan 4 STNK roda enam,” jelas AKP Dela Antomi, Senin (4/8/2025).
Jumlah kendaraan yang diamankan juga cukup signifikan, yakni 65 unit sepeda motor dan 3 unit mobil. Menurutnya, penindakan ini dilakukan secara humanis namun tetap tegas terhadap para pelanggar, dengan harapan dapat menumbuhkan kesadaran tertib berlalu lintas di masyarakat.
Dalam periode pelaksanaan operasi tersebut, tercatat terjadi tiga kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan enam orang mengalami luka berat dan tiga lainnya luka ringan. Meskipun tidak ada korban jiwa, kerugian materiil ditaksir mencapai Rp6 juta. Kecelakaan tersebut melibatkan empat unit sepeda motor dan satu kendaraan roda enam.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Tapanuli Tengah, Ipda Dariaman Saragih, menyampaikan bahwa pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk terus mendukung terciptanya situasi lalu lintas yang aman dan tertib, tidak hanya selama operasi berlangsung, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.
“Melalui Operasi Patuh Toba ini, kami berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya keselamatan di jalan raya. Upaya ini tidak hanya untuk menekan angka pelanggaran, tetapi juga untuk mengurangi risiko kecelakaan yang merugikan banyak pihak,” pungkas Ipda Dariaman.

0 Komentar