Polres Labuhan Batu Belum Merespon Keresahan Masyarakat Kualuh Selatan, Terkait Maraknya Bandar Sabu Baru di Wilayahnya

Ilustrasi peredaran sabu-sabu (net)

Editor: MJ. Sitorus

Labura | GarisPolisi.com – Warga Kecamatan Kualuh Selatan, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), semakin resah dengan maraknya peredaran narkoba. Munculnya pemain baru yang diduga sebagai bandar sabu disebut-sebut semakin memperparah kondisi, namun hingga kini Polres Labuhanbatu belum memberikan respon nyata terhadap laporan masyarakat.

Sejumlah nama terduga bandar disebut oleh warga, antara lain berinisial AR dan AI di Desa Sidua-dua, UCK dan EU di Desa Simangalam, serta LS di Kelurahan Gunting Saga. Laporan tersebut sudah berulangkali disampaikan warga, namun belum ada tindakan tegas dari aparat kepolisian.

Kasatres Narkoba Polres Labuhanbatu, AKP Iwan Mashuri, S.H., M.H., dikonfirmasi wartawan GarisPolisi.com melalui pesan WhatsApp terkait peredaran narkoba di wilayah tersebut. Namun hingga berita ini diturunkan, meski pesan telah dibaca, tidak ada jawaban yang diberikan.

Kepala Desa Sidua-dua, Hidayat Silaen, turut membenarkan keresahan warganya. Ia mengaku sudah berulang kali berupaya melakukan tindakan di lapangan meski dengan keterbatasan.

“Bersyukur masih ada yang peduli dengan kampung kami. Untuk pemberantasan narkoba ini sudah berbagai cara saya lakukan. Bahkan sudah tiga kali saya mendatangi lokasi transaksi dan membakarnya. Tapi entah lagi harus mengadu ke siapa,” ungkap Hidayat melalui pesan WhatsApp.

Dari pihak Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Labura, Kepala BNNK Karno menyatakan baru mengetahui informasi tersebut setelah mendapat laporan dari warga.

“Terima kasih atas informasinya. Dengan keterbatasan yang ada, kami akan teruskan laporan ini ke jajaran untuk ditindaklanjuti dan dibuatkan laporan informasi (LI),” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan Daerah LSM Suara Keadilan Masyarakat (DPD LSM Sukma) Sumut, Evi Tanjung, menilai persoalan ini seharusnya menjadi perhatian serius Polres Labuhanbatu.

“Sudah seharusnya para pemain baru yang diduga bandar narkoba di Kualuh Selatan menjadi prioritas pihak kepolisian. Satres Narkoba perlu segera menurunkan tim khusus atau intel untuk melakukan penyelidikan berdasarkan laporan warga,” tegasnya.

Evi juga menyinggung komitmen pemerintah pusat dalam memerangi narkoba. Menurutnya, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, berulang kali menegaskan bahwa narkoba adalah musuh negara yang dapat menghancurkan generasi bangsa.

“Presiden sudah jelas menyatakan perang terhadap narkoba. Karena itu aparat penegak hukum bersama masyarakat harus bersinergi memberantas jaringan ini,” pungkasnya.

Masyarakat Kualuh Selatan kini berharap Kapolres Labuhanbatu, AKBP Choky Sentosa Meliala, beserta jajaran Satres Narkoba segera bertindak tegas menangkap para terduga bandar narkoba yang meresahkan, agar tidak menjadi ancaman nyata bagi generasi muda di daerah tersebut.

Posting Komentar

0 Komentar