Keluhan ini disampaikan sejumlah warga kepada awak media, yang melakukan kunjungan ke Nagari Parit, Jumat (8/8/2025). Mereka mengaku khawatir program pembangunan dan ketahanan pangan yang telah direncanakan sebelumnya tidak berjalan sebagaimana mestinya.
“Jangankan berkembang, nagari ini malah seperti mundur. PJ wali sibuk mengganti-ganti jorong dan perangkat nagari, sementara pembangunan terbengkalai,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Warga tersebut menjelaskan, dari 10 titik proyek pembangunan yang sudah dianggarkan, baru tiga titik yang terealisasi. Sementara program ketahanan pangan yang sempat digadang-gadang hanya sebatas wacana.
“Kami khawatir, dana yang sudah dicairkan hilang tanpa hasil. Informasinya anggaran sudah ada, tapi pengalokasiannya lambat,” tambahnya.
Selain itu, sumber juga mengungkap adanya pergantian sepihak Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) di empat dari enam kejorongan di Nagari Parit, pergantian ini disebut-sebut turut menghambat pekerjaan di lapangan.
Keanehan lain yang menjadi sorotan warga adalah adanya item anggaran untuk pembuatan prasasti seluruh proyek yang disebut sudah diborong langsung oleh PJ Wali. Ironisnya, prasasti tersebut dipesan dari luar Nagari Parit.
Awak media telah berupaya meminta klarifikasi kepada PJ Wali Nagari Parit, namun hingga berita ini diturunkan, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan. Beberapa kepala jorong yang dihubungi juga terkesan menutup informasi dan enggan memfasilitasi komunikasi dengan PJ Wali.
(Tim)

0 Komentar