Menurut Dito, penyelenggaraan APRC di Sumatera Utara yang digelar Ikatan Motor Indonesia (IMI) Sumut berjalan sangat baik dan mendapat apresiasi tinggi dari para peserta.
Bahkan, antusiasme pereli dari berbagai negara menunjukkan bahwa ajang ini memiliki daya tarik internasional.
“Saya melihat penyelenggaraan di Simalungun ini sangat profesional. Partisipasi pereli, termasuk dari luar negeri, sangat tinggi. Ini membuktikan Sumatera Utara sudah pantas menggelar WRC,” ujarnya.
Dalam peninjauan tersebut, Dito didampingi Pembina IMI Sumut Musa Rajekshah dan calon Ketua Umum IMI Pusat Moreno Soeprapto.
Ia juga menyempatkan diri mengunjungi paddock setiap pereli dan berdialog langsung dengan peserta.
Dito mengungkapkan bahwa Kemenpora telah menandatangani nota kesepahaman dengan pihak WRC dan saat ini sedang menunggu proses finalisasi.
Targetnya, ajang balap reli paling bergengsi di dunia itu dapat digelar di Sumatera Utara paling cepat pada 2027.
“Kejuaraan WRC nanti tidak hanya menjadi kebanggaan olahraga, tetapi juga akan mempromosikan Sumatera Utara ke dunia internasional, menggerakkan sektor pariwisata, dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” tegasnya.
(Tim)

0 Komentar