Tebing Tinggi|GarisPolisi.com - Sejak dilantik sebagai Walikota Tebing Tinggi, Iman Irdian Saragih mulai menata langkah untuk membenahi berbagai sektor pemerintahan yang sempat berjalan di bawah kepemimpinan tiga Penjabat (Pj) Walikota sebelumnya. Meski masa jabatannya baru berjalan hitungan bulan, beberapa gebrakan awal mulai terlihat di lapangan.
Dalam pantauan, Walikota Iman Irdian Saragih telah memprioritaskan konsolidasi internal, terutama upaya mengisi jabatan-jabatan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang selama ini dipegang oleh Pelaksana Tugas (Plt). Langkah ini disebut sebagai bagian dari upaya memperkuat birokrasi agar program pembangunan tidak tersendat akibat kekosongan jabatan atau lemahnya pengambilan keputusan.
Di sektor pelayanan publik, Pemko Tebing Tinggi di bawah komando Iman Irdian mulai mendorong perbaikan infrastruktur dasar, serta penataan ulang sistem administrasi layanan kesehatan di RSUD Kumpulan Pane yang belakangan menjadi sorotan publik. Selain itu, ia juga menggaungkan program pemberdayaan ekonomi UMKM, memanfaatkan potensi pasar lokal, dan menjanjikan kemudahan perizinan usaha.
Meski begitu, masyarakat masih menunggu bukti nyata dari program-program tersebut. Harapan itu salah satunya datang dari tokoh pemuda Tebing Tinggi, Ardiansyah Wijaya yang lebih di kenal dengan sapaan khas Ucok Wijaya.
“Kami para pemuda ingin melihat perubahan yang nyata, bukan hanya janji. Tebing Tinggi butuh pemimpin yang tegas terutama memberantas oknum pejabat yang korup, memperbaiki layanan publik, dan membuka ruang partisipasi anak muda dalam pembangunan kota,” ujar Ucok Wijaya kepada wartawan, Jumat ( 8 /8/2025 ).
Ucok menegaskan, tantangan terbesar Iman Irdian adalah membangun kepercayaan publik yang sempat tergerus akibat dinamika kepemimpinan transisi selama tiga tahun terakhir. Menurutnya, Walikota harus berani melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja OPD, memutus rantai birokrasi yang berbelit, dan memastikan setiap rupiah anggaran digunakan untuk kepentingan masyarakat.
“Kami akan mengawal. Kalau beliau benar-benar berpihak pada rakyat, kami akan dukung. Tapi kalau melenceng, kami juga siap mengkritik,” tegas Ucok.
Ucok menilai, PR terbesar Iman Irdian adalah mengembalikan wibawa pemerintahan daerah yang sempat tergerus akibat kekosongan kepemimpinan dan tumpang tindih kewenangan. Ia menyebut, perbaikan layanan publik dan penegakan disiplin aparatur adalah titik awal, tetapi harus diikuti dengan keberanian menyentuh sektor yang selama ini dianggap “zona nyaman” bagi oknum pejabat.
“Kalau beliau hanya sekadar melanjutkan kebiasaan lama, publik akan cepat kehilangan kepercayaan. Tapi kalau berani ambil langkah berisiko demi rakyat, kami siap berdiri di belakangnya,” tegas Ucok.
Harapan itu sekaligus menjadi pengingat: di mata publik, seorang Wali Kota bukan hanya pengelola anggaran dan program, melainkan pengarah moral politik kota. Iman Irdian Saragih kini dihadapkan pada pilihan menjadi simbol perubahan, atau bagian dari kelanjutan masalah.
(Tim).

0 Komentar