Simalungun|GarisPolisi.com - Di tengah merebaknya penolakan rencana alih fungsi Kebun Teh Sidamanik di Kabupaten Simalungun, PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV Regional II menegaskan komitmennya untuk tetap menjadikan teh sebagai komoditas utama. Perusahaan menampik tudingan bahwa seluruh kebun teh akan dikonversi menjadi kebun kelapa sawit.
Kepala Bagian Sekretariat dan Hukum PTPN IV Regional II, Muhammad Ridho Nasution, menjelaskan bahwa langkah yang dilakukan hanyalah optimalisasi aset pada lahan tidur seluas 130 hektare dari total 6.230 hektare kebun teh yang dimiliki. Lahan tersebut dinilai tidak lagi produktif dan membutuhkan strategi pemanfaatan agar tidak menjadi beban biaya maupun berisiko dikuasai pihak tak bertanggung jawab.
“Kami tidak mengonversi seluruh kebun teh menjadi sawit. Optimalisasi ini hanya berlaku untuk lahan tidur yang sulit ditanami teh karena ongkos produksinya tinggi. Teh tetap menjadi komoditas utama, baik di Kebun Teh Butong maupun Kebun Teh Sidamanik,” ujar Ridho, Rabu (13/8/2025).
Menurutnya, kebijakan tersebut telah melalui kajian mendalam dari aspek bisnis, sosial, dan lingkungan, serta memedomani regulasi yang berlaku. Langkah ini juga mendapat perhatian dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Sebelum pelaksanaan, perusahaan telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) setempat pada 5 Juli 2025.
Manajer Unit Teh PTPN IV PalmCo, Armansyah Putra Siregar, menambahkan bahwa seluruh proses telah ditempuh secara terbuka, mulai dari pengajuan izin ke pemerintah daerah, revisi dokumen lingkungan, hingga persetujuan teknis dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Simalungun. “Kami sangat memahami nilai ekologis dan sosial Sidamanik. Pendekatan kami berbasis data, kajian, dan dialog,” ujarnya.
Di sisi lain, sejumlah spanduk berisi ajakan dialog dan penolakan provokasi terlihat terpasang di beberapa titik kebun. Pesannya menekankan pentingnya forum duduk bersama antara masyarakat dan pemangku kepentingan untuk mencari solusi terbaik terkait wacana optimalisasi ini.
Ridho menegaskan, sebagai bagian dari BUMN, PTPN IV Regional II berkomitmen menjaga keberlanjutan usaha dan kelestarian kawasan. Perusahaan juga tengah mengembangkan kawasan ekowisata berbasis kebun teh di Bah Butong dan Sidamanik untuk memberikan nilai tambah ekonomi, membuka peluang usaha bagi masyarakat sekitar, serta memperkuat posisi teh sebagai kekayaan budaya Sumatera Utara.
“Sepanjang dua tahun terakhir, kebun teh kami menunjukkan performa yang membanggakan di tingkat nasional. Kami akan terus mengembangkan dan meningkatkan kualitasnya, sambil memastikan lahan yang tidak produktif dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan,” kata Ridho.
(Red)

0 Komentar