Warga Kualuh Hilir Desak Aparat Tindak Bandar Narkoba Kelas Kakap di Labura

Dedi Syahputra Sirait, Anggota Perisai Kebenaran Nasional.

Editor: MJ. Sitorus

Labura | GarisPolisi.com - Keresahan warga di wilayah pesisir Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), Sumatera Utara, terhadap peredaran narkoba kian memuncak. Sejumlah tokoh masyarakat menyuarakan kekecewaan mereka terhadap penegakan hukum yang dinilai lemah dan tidak menyentuh akar persoalan, yakni para bandar besar yang masih bebas berkeliaran.

Salah satu suara keras datang dari Dedi Syahputra Sirait, perwakilan dari organisasi Perisai Kebenaran Nasional. Ia menyatakan keprihatinannya atas maraknya peredaran narkotika di desanya, Tanjung Mangedar, Kecamatan Kualuh Hilir. Menurutnya, peredaran sabu-sabu sudah memasuki tahap yang mengkhawatirkan dan mengancam masa depan generasi muda.

“Saya mendesak Polsek Kualuh Hilir, Polres Labuhanbatu, hingga Polda Sumut dan BNN untuk serius dan berkoordinasi memberantas peredaran narkoba di Kualuh Hilir. Informasi yang saya terima, ada bandar kelas kakap di desa kami yang bahkan memiliki aset puluhan kapal boat di Tanjungbalai. Ini tidak bisa dibiarkan,” tegas Dedi kepada wartawan, Kamis (31/7/2025).

Ia juga menyatakan kesiapannya untuk bekerja sama dengan aparat dalam memberikan informasi, asalkan ada komitmen nyata dari pihak berwenang. “Saya tidak akan pernah tunduk kepada para pengkhianat bangsa. Perang terhadap narkoba harus dijalankan secara total, bukan setengah-setengah,” ujarnya dengan nada tegas.

Keresahan serupa disampaikan sejumlah warga lainnya yang merasa laporan mereka selama ini tidak mendapat tindak lanjut berarti. Menurut informasi yang dihimpun GarisPolisi.com, sejumlah nama bandar yang disebut-sebut beroperasi di wilayah Kualuh Hilir dan Kualuh Leidong, seperti inisial E, Obon, IN, dan lainnya, masih bebas beraktivitas. Mereka hanya mengubah pola operasional untuk menghindari deteksi aparat, termasuk dengan menggunakan kurir baru yang belum dikenal.

“Bandar-bandar itu tahu mereka jadi target. Sekarang mereka pakai orang-orang baru untuk edarkan barang,” ungkap seorang informan yang enggan disebutkan namanya.

Seorang warga lainnya bahkan menyebut sudah berulang kali melaporkan nama-nama bandar narkoba ke berbagai institusi kepolisian di Labura, namun tidak ada tindakan konkret. “E di Teluk Piai, Obon di Sialang Gatap, IN di Pasar Bilah, AM yang dulu di Tanjung Mangedar sekarang di Tanjungbalai, DS dan TI di Dusun II Tanjung Mangedar, Pak Rehan di Tangkahan Horas—semua sudah kami laporkan. Tidak satu pun ditangkap,” ungkap warga tersebut.

Kritik juga datang dari Zainudin, warga lainnya, melalui media sosial. Ia menilai aparat hanya fokus menangkap pengguna dan pengedar kecil. “Yang besar-besar dibiarkan saja. Kalau begini terus, mustahil Labura bisa bersih dari narkoba,” tulisnya lewat pesan Facebook kepada wartawan.

Di tengah kekecewaan, warga tetap memberikan apresiasi kepada media yang menyuarakan kondisi di lapangan. “Kami berterima kasih kepada GarisPolisi.com yang berani mengangkat persoalan ini. Sabu bukan hanya mengganggu keamanan, tapi sudah menghancurkan generasi kami,” kata JP Pasaribu, warga pesisir, dengan suara bergetar.

Sementara itu, Kasat Narkoba Polres Labuhanbatu, AKP Iwan Mashuri, saat dikonfirmasi via WhatsApp, menyatakan bahwa pihaknya siap mengambil tindakan. “Kita gassss,” jawabnya singkat, Kamis (31/7/2025).

Dalam pernyataan sebelumnya kepada wartawan, AKP Iwan mengakui tantangan geografis di wilayah pesisir yang menyulitkan penindakan. Namun ia juga menegaskan komitmen Polres dalam menindak pelaku apabila informasi yang diterima benar dan disertai bukti kuat.

“Kalau jumlah barangnya besar dan infonya akurat, tidak mungkin kami diam. Kami siap bergerak,” ujar Iwan yang baru empat hari menjabat sebagai Kasat Narkoba Polres Labuhanbatu.

Ia juga mengimbau warga untuk terus berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan memberikan informasi yang detail. “Kami terbuka terhadap informasi dari masyarakat. Bahkan, jika terbukti valid, informan bisa kami beri penghargaan,” tambahnya.

Kini, harapan warga pesisir Labura bertumpu pada keseriusan aparat dalam menyelamatkan wilayah mereka dari cengkeraman narkoba. Mereka mendambakan tindakan nyata, bukan sekadar janji atau penangkapan simbolis. Bagi mereka, perang melawan narkoba adalah pertaruhan terhadap masa depan anak-anak dan keamanan daerah.(**)

Posting Komentar

0 Komentar