Dua Tahun Berturut Sergai Capai Produksi Padi Tertinggi Di Sumut


Bupati Sergai Darma Wijaya tampak turut panen raya padi dengan mesin CHB di Kecamatan Tebing Tinggi


Serdang Bedagai  |  Garispolisi.com  --   Dalam kurun waktu dua tahun berturut-turut  tahun 2024 dan tahun 2025 Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) berhasil mencapai produksi padi tertinggi pertama di Provinsi Sumatera Utara (Sumut). 

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pertanian (Kadistan) Sergai Dedy Iskandar SP, MM (foto), pada Jum at (9/10/2026) di kantor Distan Sergai di Desa Sei Rejo Kecamatan Sei Rampah. 

" Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024 Kabupaten Sergai produksi padi berada di posisi pertama di Provinsi Sumut dengan luas lahan 28.016 hektar (Ha), luas panen 51.118 hektar, produksi padi.mencapai 129 ton Gabah Kering Giling (GKR), produktivitas 6,52 ton/perhektar dengan produksi beras 191.088 ton dengan Indeks pertanaman (IP) 1,82 persen", terang Dedy Iskandar. 

Selanjutnya imbuh Kadis Pertanian, di tahun 2025, Kabupaten Sergai kembali menempati urutan  pertama produksi padi di Sumatera Utara dengan capaian luas lahan 29.666 hektar, luas panen 55.196 hektar, produksi padi 356.508 ton GKG, produktivitas 6,46 ton/perhektar dengan IP 1,86.

" Guna mendukung peningkatan produksi padi di Sergai di tahun 2025  Dinas Pertanian  telah menyalurkan berbagai bantuan yang bersumber dari APBD maupun APBN diantaranya Tractor roda 2 (TR2) 29 unit, Tractor roda 4 (TR4 ) 20 unit, Combine Harvester Besar (CHB) 13 unit serta pompa 47 unit  kepada kelompok tani di Sergai", papar Dedy Iskandar. 

Selanjutnya imbuh Kadis Pertanian,  bantuan benih padi ke petani sebanyak 153,975 ton, serta bantuan benih jagung sebanyak 42,785 ton. 

" Peningkatan produksi padi di Tanah Bertuah Negeri Beradat hingga meraih produksi tertinggi di Sumut, tidak terlepas dari  komitmen Bupati Sergai bapak Darma Wijaya dan  Wabup Sergai  bapak Adlin Tambunan terhadap program cetak sawah mandiri  yang terus berkelanjutan, serta dukungan seluruh petani di Sergai, juga dukungan  berbagai pihak", ungkap Dedy Iskandar. 

Adapun lanjutnya rincian program cetak sawah mandiri  dari tahun 2016 hingga tahun 2025, untuk tahun 2016  luas cetak sawah baru hanya satu hektar , tahun 2017 seluas 50 Ha, tahun 2018 seluas 11 Ha , tahun 2019 seluas 75 Ha , tahun 2020 seluas 231 Ha, tahun 2021 cetak sawah mandiri seluas 111 Ha.

Di tahun 2022 imbuhnya, seluas 234,8 Ha, tahun 2023 cetak sawah baru seluas 103 Ha, tahun 2024 seluas 104 Ha, serta di tahun 2025 hingga bulan September seluas 62,94 hektar dengan total luas hasil cetak sawah mandiri 983,75 Ha, dengan total luas areal persawahan di Kab. Sergai hampir 30.000 Hektare. 

Selain itu papar Kadis Pertanian, dari cetak sawah rakyat yang dibantu dari Kementrian Pertanian tahun 2026 direncanakan seluas 262 Ha.

" Saat ini sudah terealisasi seluas 122 Haktare dan dalam hal ini Pemkab Sergai selaku penerima manfaat,  kegiatan dilaksanakan Kementrian Pertanian melalui Balai Besar Lahan dan Irigasi Pertanian (BBILP) Provinsi Sumatera Utara ", jelas Dedy Iskandar. 

Kemudian, sebagai bentuk kepedulian terhadap petani padi, Bupati dan Wabup Sergai  membebaskan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) bagi petani yang luas areal sawahnya seluas 7 rante (2.800 M2) kebawah, dengan perhitungan  perpetani atau Nomor Induk Kependudukan (NIK). 

" Pembebasan PBB areal persawahan berlaku untuk sawah milik petani dengan  luas 7 rante (2.800 M2) kebawah, dengan perhitungan untuk perpetani satu NIK", imbuh Sri Rahmayani S.Sos, MSi, Kadis Bapenda Sergai.

( Zulfan)

Posting Komentar

0 Komentar