Labuhanbatu Selatan | Garispolisi.com -- Maraknya pencurian tandan buah segar (TBS) dan berondolan sawit diwilayah hukum Polsek Torgamba, membuat geram Kapolsek Torgamba AKP Sunipan Gurusinga,SH.,M.H. Yang baru bertugas di Polsek Torgamba, Ia pun bergegas dan terjun langsung ikut serta melakukan patroli dengan mengunjungi lokasi areal PTPN IV Regional kebun Torgamba, Rabu 06/05/2026)
Dalam Pertemuan antara pihak Polsek dan perkebunan membahas tentang strategis untuk menutup rapat celah aksi “ninja sawit” alias pencuri demikian dijulukan pelaku pencurian TBS yang bergerak cepat,senyap dan sering kali terorganisir.
Kapolsek hadir bersama jajaran personel:AIPTU Karyanto (Ps.Kanit Lantas),AIPTU Erwin Lubis (Ps.Kanit Propam),AIPTU Bonor S (Ps.Kanit Binmas) hingga AIPDA Hayali Rambe (Ps.Kasium).Mereka disambut langsung oleh Manager kebun,M.Mustakim Pane,SP,didampingi Ari Kurniawan,SP selaku Askep Rayon B,serta seluruh asisten,staf,satpam dan centeng kebun.
Dalam pertemuan tersebut, Kapolsek
AKP Sunipan Gurusinga,S.H.,M.H., menyampaikan pesan yang tidak basa-basi. Ia menegaskan bahwa perang melawan pencurian sawit tidak cukup hanya dengan patroli luar.
“Kalau kita tidak bersih dari dalam, kita akan selalu kalah.Jangan ada satu pun yang bermain, apalagi jadi beking ,” tegasnya di hadapan barisan pengamanan kebun.
Ia juga meminta setiap personel satpam dan centeng tidak ragu melapor ke Polsek Torgamba jika menemukan kendala atau indikasi pelanggaran di lapangan.
Tak berhenti pada dialog, Kapolsek langsung mengambil alih apel gabungan.Di hadapan barisan satpam, Ia memberikan bimbingan dan arahan tegas, pengamanan aset perusahaan harus dilakukan secara profesional, terukur dan tanpa kompromi.
Menurutnya, keamanan kebun bukan hanya soal menjaga buah sawit, tetapi juga menjaga stabilitas ekonomi dan kepercayaan perusahaan terhadap para pekerjanya.
“Kita ini garda terdepan.Kalau lengah sedikit saja, kerugian bisa besar.Jadi kerja harus serius jangan setengah-setengah,”ujarnya.
Manager kebun,M.Mustakim
Pane,SP, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas langkah cepat dan pendekatan humanis yang dilakukan Polsek Torgamba. Ia menilai sinergi seperti ini menjadi kunci utama dalam menekan angka pencurian.
“Kami sangat berterima kasih.ini bukan hanya penegakan hukum, tapi juga pembinaan. Kami berharap kerja sama ini terus berlanjut,”ujarnya.
Hal senada juga disampaikan oleh jajaran manajemen yang berharap soliditas antara perusahaan dan kepolisian dapat berjalan berkesinambungan demi menciptakan lingkungan kerja yang aman dan kondusif.
Pencurian TBS dan berondolan bukan sekadar kasus kriminal biasa. Di banyak wilayah perkebunan,praktik ini telah berkembang menjadi aktivitas terorganisir yang melibatkan jaringan tertentu. Para pelaku memanfaatkan kelengahan,bahkan celah internal untuk mengeruk keuntungan cepat.
Akibatnya, perusahaan mengalami kerugian signifikan, produktivitas menurun dan kepercayaan terhadap sistem pengamanan ikut tergerus. Dalam jangka panjang kondisi ini bisa berdampak pada kesejahteraan pekerja dan stabilitas ekonomi daerah.
Karena itu, pendekatan kolaboratif seperti yang dilakukan di Kebun Torgamba menjadi langkah strategis menggabungkan kekuatan hukum, pengawasan internal dan kesadaran kolektif.
(ZR)
0 Komentar