Lubuk Pakam |
Garispolisi.com
Kondisi Masjid Agung Sultan Thaf Sinar Basarsyah Lubuk Pakam, yang dikenal sebagai masjid termegah di Kabupaten Deli Serdang, kini menuai sorotan.
Meski dibangun dengan anggaran mencapai Rp 24 miliar dari APBD Deli Serdang, bangunan masjid tersebut dilaporkan mengalami kebocoran di sejumlah titik.
Pantauan di lokasi, tampak beberapa ember dan wadah plastik diletakkan di berbagai sudut untuk menampung air yang menetes dari atap. Kondisi ini membuat jemaah merasa kurang nyaman ketika melaksanakan ibadah, terutama saat hujan deras turun.
“Udah lama bocornya, tapi nggak pernah diperbaiki,” kata beberapa pekerja yang ditemui di sekitar area masjid, Selasa (11/11/2025).
Masjid Agung Sultan Thaf Sinar Basarsyah berdiri megah di kawasan Kompleks Kantor Bupati Deli Serdang, Lubuk Pakam.
Pembangunannya rampung dan diresmikan pada tahun 2020, menelan biaya sekitar Rp24 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Selain pembangunannya, biaya operasional masjid juga diketahui mendapat dukungan dari APBD setiap tahunnya, guna mendukung kegiatan keagamaan dan pemeliharaan fasilitas. Namun, fakta bahwa bangunan megah tersebut kini mengalami kerusakan menimbulkan tanda tanya publik terkait kualitas konstruksi dan perawatan bangunan.
Masjid ini berdiri di atas lahan seluas 1,6 hektare dan mampu menampung sekitar 1.600 jemaah. Nama masjid diambil dari Sultan Thaf Sinar Basarsyah, tokoh penting dalam sejarah Kesultanan Serdang yang memiliki kontribusi besar terhadap perkembangan Islam di wilayah tersebut.
Dari segi arsitektur, Masjid Agung ini dirancang dengan perpaduan unsur budaya lokal — Karo, Simalungun, dan Melayu — yang dikombinasikan dengan ornamen khas Timur Tengah, menciptakan tampilan megah dan menjadi daya tarik wisata religi di Deli Serdang.(JT Marbun)
0 Komentar