Labuhanbatu Selatan|GarisPolisi.com - Sejumlah mahasiswa dari HMI cabang Labuhanbatu Raya Melakukan unjuk rasa di depan pintu gerbang masuk komplek kantor Bupati Labuhanbatu Selatan (Labusel), pada Kamis (06/11/2025), sambil membawa poster bertulisan memprotes atas pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) yang diikuti Kepala Desa se - Labusel, karena dinilai tidak bermanfaat dan diduga akal akalan.
Dalam orasi mereka menuding, oknum Aparat Penegak Hukum (APH) diduga ikut terlibat dalam pelaksanaan Bimtek, yang seharusnya sebagai pengawas.
Massa aksi juga mempertanyakan soal keterlibatan APH sebagai narasumber dalam Bimtek, menurutnya telah terjadi penyalahgunaan wewenang APH dalam Bimtek, dan standar regulasi APH dalam pengeluaran anggaran dana desa pada kegiatan.
Dalam aksinya sejumlah mahasiswa juga melakukan adegan teaterikal Bimtek sambil duduk di lantai. Layaknya Bimtek sungguhan mereka mengadegankan dengan satu peserta aksi sebagai pemateri dan mahasiswa lainnya sebagai Kepala Desa
"Dari penelusuran dilapangan pelaksanaan Bimtek dilaksanakan setahun Sebanyak 7 kali bahkan lebih, pastinya kegiatan bimtek ini menggunakan anggaran yang banyak namun tidak ada manfaat langsung terhadap masyarakat. Coba kita tanya Kades apa hasil dari Bimtek pasti tidak ada," ucap koordinator aksi Roma Syahputra Hasibuan.
Aksi unjuk rasa mahasiswa HMI Cabang Labuhanbatu Raya ini langsung direspon oleh Kasat Reskrim Polres Labusel, mereka melakukan diskusi dengan duduk bersama.
Pihak Polres sangat menyambut baik aspirasi mahasiswa dan meminta mereka untuk membuat laporan jika ditemukan pelanggaran dalam pelaksanaan Bimtek.setelah mendapat arahan dari Kasat Reskrim Polres Labusel, massa aksi pun membubarkan diri dengan tertib.
(ZR)

0 Komentar