Ubah Sisa Ikan Tilapia RSI Jadi Cuan, Zaini Hasilkan 1,5 Ton Pakan Ternak Per Hari

Zaini bersama Kades Naga Kisar Ahmad dan pekerjanya mengaduk pakan ternak yang sudah diolah menggunakan sisa ikan tilapia RSI

Serdang Bedagai|GarisPolisi.com – Sisa kerangka ikan tilapia dari pabrik PT Aqua Farm Nusantara, Regal Springs Indonesia (RSI), di Desa Naga Kisar, Kecamatan Pantai Cermin, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, disulap menjadi pakan ternak bernilai jual tinggi oleh Zaini (44), seorang warga setempat yang hanya tamatan SMP. 

Berkat ketekunan dan inovasinya, usaha rumahan yang ia rintis kini mampu memproduksi hingga 1,5 ton pakan per hari dan menjadi sumber penghidupan bagi puluhan warga desa, khususnya ibu rumah tangga.

Ditemui di kediamannya pada Selasa (29/7/2025), Zaini tampak sibuk bersama para pekerja mengolah kerangka ikan tilapia. Dengan peralatan sederhana seperti sekop, cakar, dan mesin penggiling kecil, mereka mengaduk dan memproses sisa-sisa kerangka ikan menjadi pakan ternak unggas siap jual.

“Sudah hampir tiga tahun saya jalani usaha ini. Alhamdulillah, sekarang permintaan pasar cukup tinggi. Harga per karung 50 kg bisa mencapai Rp250 ribu,” ungkap Zaini.

Di balik kesuksesannya, perjalanan Zaini membangun usaha ini tidak mudah. Ia butuh waktu tiga bulan untuk meracik formula pakan yang tepat. Berkali-kali mengalami kegagalan dan kerugian, namun semangatnya tidak surut. Kini, produk pakan ternaknya tak hanya diminati pasar lokal, tetapi juga dikirim ke berbagai daerah di luar kabupaten.

Bahan baku utama berupa kerangka ikan diperoleh dari PT Aqua Farm Nusantara atau yang dikenal dengan Regal Springs Indonesia. Keberadaan perusahaan budidaya dan pengolahan tilapia tersebut dinilai sangat berperan dalam menggerakkan roda ekonomi masyarakat sekitar, tak hanya dengan menyediakan lapangan kerja langsung, tetapi juga mendorong tumbuhnya pelaku usaha kecil seperti Zaini.

“Saya bisa mempekerjakan 20 orang, kebanyakan ibu rumah tangga. Mereka bekerja maksimal dua jam sehari dan mendapat upah sekitar Rp40 ribu,” jelasnya.

Proses produksi pakan ternak dimulai dari pemisahan sisa daging dari kerangka ikan, lalu digoreng dan dikeringkan. Setelah itu, bahan dicampur dengan campuran lain lalu digiling menggunakan mesin sebelum dikemas dalam karung goni ukuran 50 kg.

“Dari produksi harian sekitar 1,5 ton, saya bisa mendapat keuntungan bersih sekitar Rp15 juta per bulan. Para pekerja juga rata-rata bisa mengantongi Rp2 hingga Rp3 juta setiap bulannya,” tambah Zaini.

Zaini berharap kerja sama dengan RSI terus berlanjut dan mendapatkan dukungan dari pemerintah untuk memperluas pasar produk pakan ternaknya. Ia yakin, jika pemasaran diperkuat, usaha serupa bisa berkembang di daerah lain.

Kepala Desa Naga Kisar, Ahmad, menyatakan pihaknya memberi dukungan penuh terhadap para pelaku UMKM di desa tersebut, termasuk usaha Zaini. Menurutnya, keberadaan usaha pakan ternak itu berdampak langsung terhadap ekonomi keluarga di lingkungan sekitar.

“Usaha seperti ini sangat menyentuh masyarakat. Banyak ibu-ibu yang terlibat, dan dampaknya langsung terasa pada ekonomi rumah tangga mereka,” ujar Ahmad.

Ia menyebutkan, di Dusun VI saja terdapat delapan pengusaha rumahan yang mengolah sisa ikan tilapia menjadi pakan ternak, bahkan ada yang sudah memasarkan produknya hingga ke Palembang.

“Harapan kami, usaha semacam ini bisa lebih dikenal luas agar pelaku usaha terus berkembang dan membuka lapangan kerja baru,” tambah Ahmad.

Sementara itu, Sales Manager Regal Springs Indonesia, Fathu Rahman, menuturkan bahwa RSI telah lama menjalin kemitraan dengan masyarakat sekitar pabrik melalui penyaluran bahan baku kerangka ikan untuk diolah menjadi produk bernilai tambah.

“Kami mengalokasikan belasan ton kerangka ikan setiap hari untuk masyarakat, tergantung hasil panen kami. Ini bagian dari komitmen kami dalam mendukung pertumbuhan ekonomi lokal,” jelas Fathu.

Ia menambahkan, RSI juga terus mendorong kolaborasi dengan masyarakat dan pemerintah desa agar keberadaan perusahaan benar-benar membawa manfaat nyata bagi lingkungan sekitarnya.

(Zulpan)

Posting Komentar

0 Komentar