Penulis: Yasiduhu Mendrofa
TAPTENG|GarisPolisi.com – Pembangunan rabat beton sepanjang 167,60 meter di Dusun I, Desa Pagaran Honas, Kecamatan Badiri, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), yang didanai oleh Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2024, berjalan sesuai prosedur. Pembangunan ini merupakan hasil dari Musyawarah Desa (Musdes) yang disepakati bersama para pemangku kepentingan Desa Pagaran Honas.
Kepala Desa Pagaran Honas, Herianto, menjelaskan bahwa proyek ini menggunakan anggaran sebesar Rp 220.640.000 dari Dana Desa. “Pembangunan rabat beton ini penting untuk meningkatkan akses jalan pertanian serta jalan masyarakat di Dusun I,” ucap Herianto, Selasa, (2/7/2024)
Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Pagaran Honas, Febianus Laoli, menyambut baik proyek ini. “Kami senang pembangunan rabat beton ini akhirnya terwujud. Ini sangat membantu masyarakat yang sebelumnya kesulitan melewati jalan tersebut, terutama untuk mengangkut hasil tani,” ujarnya.
Andrianus Laoli, Kepala Tukang dalam proyek ini, juga menyatakan kepuasannya. “Terima kasih kepada Pemerintah Desa yang sangat memperhatikan akses jalan masyarakat. Kami menggunakan perbandingan semen dan pasir satu banding empat, sesuai prosedur, serta menggunakan alat molen untuk mempercepat pekerjaan,” jelasnya.
Pembangunan ini melibatkan 18 pekerja dari masyarakat Desa Pagaran Honas, dengan upah harian Rp 150.000 untuk kepala tukang dan Rp 80.000 untuk pekerja. “Proyek ini diawasi langsung oleh Kepala Desa dan aparat desa, dan hasilnya sangat memuaskan,” tambah Andrianus.
Amatan di lokasi menunjukkan bahwa pembangunan rabat beton ini berkualitas baik dan tidak ada indikasi kecurangan. Masyarakat mengapresiasi upaya Pemdes, Camat, dan Pemkab Tapanuli Tengah dalam merealisasikan proyek ini.
Menanggapi tuduhan adanya pengurangan volume dalam proyek pembangunan rabat beton di Desa Pagaran Honas, Kepala Desa Herianto dengan tegas membantah. Tuduhan ini muncul setelah adanya laporan media yang menyebutkan campuran semen dan pasir tidak sesuai prosedur.
Herianto menjelaskan bahwa proyek ini telah diawasi secara ketat dan mengikuti standar yang ditetapkan. “Kami menggunakan perbandingan satu banding empat untuk semen dan pasir, bukan satu banding tujuh seperti yang dituduhkan. Alat molen yang digunakan juga membantu memastikan campuran yang homogen dan sesuai standar,” katanya.
Ia juga menambahkan bahwa volume pekerjaan sudah sesuai dengan anggaran yang dialokasikan, yaitu Rp 220.640.000 untuk 167,60 meter rabat beton. “Kami bekerja transparan dan melibatkan masyarakat serta aparat desa dan kecamatan dalam pengawasannya,” tegas Herianto.

0 Komentar