Proyek Rehab Toilet Delapan Sekolah di Deli Serdang Diduga Terbengkalai


Lubuk Pakam | GarisPolisi.com
Pelaksanaan proyek rehabilitasi toilet sekolah di delapan lokasi di Kabupaten Deli Serdang menuai sorotan. 

Proyek dengan nilai kontrak sebesar Rp314 juta tersebut diduga tidak dikerjakan secara profesional, sehingga fasilitas toilet hingga kini belum dapat dimanfaatkan oleh para siswa.

Akibat belum rampungnya pekerjaan, sejumlah siswa dilaporkan terpaksa memanfaatkan sungai di sekitar sekolah untuk buang air, terutama di salah satu lokasi proyek, SD Negeri 105399 Kulasar, Dusun 7 Dagang Buluh, Desa Mabar, Kecamatan Bangun Purba, Selasa (6/1/2026).

Hasil penelusuran di lokasi menunjukkan masih terpasang papan proyek berbahan plastik yang mencantumkan nomor kontrak 602.2/35.9.1/SPK-PLK/PPBG/DCKTR-DS/2025 tertanggal 19 September 2025, dengan pelaksana kegiatan CV Ronatama. 

Dalam papan tersebut disebutkan kegiatan rehabilitasi toilet merupakan bagian dari program penataan bangunan gedung dengan masa pekerjaan 75 hari kalender.

Adapun delapan sekolah penerima program rehabilitasi toilet tersebut meliputi SDN 104286 Bandar Meriah, SDN 101996 Batu Rata, SMPN 3 Satu Atap Batu Rata, SDN 105398 Dua Bahgerpang, SDN 105399 Kulasar, SDN 106856 Bah Balua, SDN 101993 Suka Luwei, dan SDN 108151 Bah Perak.

Namun, berdasarkan pantauan di lapangan, pekerjaan rehabilitasi toilet di SDN 105399 Kulasar belum selesai dikerjakan dan tampak ditinggalkan. Bangunan terlihat terbengkalai, dengan tiga bilik toilet belum terpasang daun pintu, kran air belum tersedia, tandon air kosong, serta bagian atap masih menggunakan seng lama dan belum dilengkapi plafon asbes. Selain itu, dinding bangunan juga belum dicat secara menyeluruh.

S Saragih, warga sekitar lokasi proyek, mengatakan para pekerja sempat terlihat mengerjakan bangunan toilet hingga Desember 2025. Namun setelah libur Tahun Baru, aktivitas pekerjaan tidak lagi terlihat.

“Bulan Desember kemarin masih ada pekerja yang mengerjakan, tapi setelah libur tahun baru mereka tidak datang lagi. Entah memang sampai di sini saja pekerjaannya atau ditinggalkan begitu saja,” ujar Saragih.

Ia juga menyebutkan kondisi tersebut berdampak langsung terhadap para siswa.

“Karena toiletnya belum bisa dipakai, murid-murid SD terpaksa ke sungai kalau mau buang air kecil,” jelasnya.

Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (Cikataru) Kabupaten Deli Serdang, Rahmadsyah, belum memberikan keterangan resmi. Upaya konfirmasi yang dilakukan wartawan melalui sambungan telepon dan pesan singkat belum mendapatkan respons.(JT Marbun)

Posting Komentar

0 Komentar